Aster Kasdam IX/Udayana Hadiri Sosialisasi Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste)

Iklan Semua Halaman

Aster Kasdam IX/Udayana Hadiri Sosialisasi Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste)

Februari 13, 2026



Denpasar.Bimabangkit.com,- — Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Riyanto Ratu menghadiri Sosialisasi Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste) di Wilayah Kodam IX/Udayana, yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat (Rupatama) Syafiudin Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana Nomor 1, Denpasar.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Bali, Forkopimda Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua Tim Sosialisasi Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste) Mabes TNI beserta rombongan, Pamen Ahli Bidang Ilpengtek dan Lingkungan Hidup Sahli Pangdam, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Kasiter Kasrem jajaran, Kapusdal Lingkungan Hidup Bali–Nusra, Kepala Dinas LHK Provinsi Bali, serta para Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se-Bali dan para Dandim jajaran Kodam IX/Udayana.

Dalam sambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto yang dibacakan oleh Aster Kasdam IX/Udayana, Pangdam menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Tim Sosialisasi beserta rombongan. Pangdam menegaskan bahwa kehadiran Tim Sosialisasi Zero Waste merupakan momentum penting dalam memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Pangdam juga menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti secara luring oleh pejabat Kodam IX/Udayana, Korem 163/Wira Satya beserta jajaran Kodim, unsur Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, Forkopimda Bali, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Sementara itu, secara daring, kegiatan diikuti oleh satuan jajaran Korem 162/Wira Bhakti (NTB) dan Korem 161/Wira Sakti (NTT).

Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa permasalahan sampah telah berada pada level darurat, khususnya di Provinsi Bali. Timbulan sampah harian di Bali mencapai lebih dari 3.400 ton, dengan sekitar 73 persen belum terkelola secara optimal. Kondisi ini diperparah dengan rencana penutupan TPA Suwung yang telah mengalami over capacity dan menimbulkan pencemaran lingkungan serius, baik terhadap tanah, air, maupun udara.

Dampak krisis sampah tersebut tidak hanya mengancam ekosistem, namun juga berpengaruh terhadap citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Sejumlah pantai ikonik seperti Jimbaran, Kedonganan, Kuta, dan Legian mulai menghadapi ancaman sampah laut musiman, yang bahkan telah mendapatkan perhatian dan teguran langsung dari Presiden Republik Indonesia kepada seluruh pemangku kepentingan di Bali.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Tim Sosialisasi Lingkungan Bebas Sampah Mabes TNI Kolonel Caj (K) Nurjanah mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan darurat sampah, sebagaimana instruksi Presiden RI. Ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma pengelolaan sampah, dari yang bertumpu pada TPA menuju pengelolaan berbasis pengurangan dan pengolahan sejak dari sumbernya, dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan dunia usaha.

Melalui forum sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang lebih bijak, modern, dan berkelanjutan, sekaligus menghasilkan solusi konkret dalam mendukung Gerakan Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sejalan dengan komitmen TNI dalam menyukseskan Asta Cita Pemerintah. (Red).